Senin, 03 Maret 2014

TOTOLAN SISTEM INFORMASI PAPER I (Green Computing)

Totolan Paper


Abstrak
Green Computing adalah suatu ilmu atau penggunaan tentang bagaimana kita menggunakan perangkat elektronik yang kita miliki agar ramah lingkungan dan hemat. Hemat dalam artian kata seperti hemat dalam penggunaan, hemat energi, hemat waktu, hemat resource yang dibutuhkan, dan hemat dalam hal yang lainnya. Tujuan dari penulisan paper ini, sebagaimana yang kita ketahui saat ini, kemajuan informasi dan teknologi berkembang sangat pesat. Segala kegiatan manusia banyak menggunakan teknologi informasi. Teknologi informasi ini pun menjadi sangatlah disanjung karena kemudahan yang ditawarkan untuk membantu kegiatan manusia. Namun, tidak lepas dari itu, ternyata teknologi informasi yang kita gunakan bisa merusak lingkungan bahkan generasi penerus kita. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan dan memilih produk teknologi informasi dengan baik dan bijak. Metodologi yang digunakan penulis adalah studi pustaka dari berbagai referensi jurnal ilmiah. Permasalahan yang dibahas dalam paper ini adalah Sejarah green computing, aturan pada green computing, penerapan green computing, solusi green computing dan perusahaan yang menerapkan green computing.

Kata Kunci
Green Computing, Teknologi, Informasi, Lingkungan.



BAB 1
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Pada era globalisasi ini, Information and Communication Technology menjadi hal yang penting bagi perusahaan, organisasi, bahkan untuk perorangan, karena dengan adanya teknologi informasi orang – orang akan menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi dan membantu pekerjaan menjadi lebih mudah. Dan dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan teknologi informasi manusia pun menjadi tergantung dengan teknologi infomasi, mendorong bertambahnya produksi dari pembuatan PC, notebook, netbook, tablet,dan smartphone. Tidak hanya produksi dari ICT tersebut yang meningkat, tetapi konsumsi energinyapun ikut meningkat. Namun dengan semakin meningkatnya teknologi informasi yang ada di dunia ini ada pula sisi negatifnya, yaitu semakin banyaknya sampah – sampah dari ICT, karena sampah – sampah ICT memerlukan jangka waktu yang lama untuk terurai, satu sampah ICT dapat terurai hingga ratusan tahun. Semakin banyak permintaan terhadap ICT maka semakin banyak produksi ICT dan menyebabkan semakin banyak tambang – tambang besi dan alumunium yang di ekploitasi dan menyebabkan terjadinya Global Warming.

Salah satu cara untuk mengurangi sampah – sampah ICT dan dampak dari sampah ICT ini  adalah dengan menerapkan Green Computing. Green computing berkaitan dengan penghematan sumber daya IT yang bertujuan untuk mengurangi dampak penggunaan IT terhadap pemanasan global. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memangkas penggunaan kertas untuk menerapkan green computing, green computing tidak hanya berfokus pada penghematan energi dan hemat dalam penggunaan sumber daya IT, tetapi juga hemat dalam waktu dan biaya.

Green computing adalah cara yang banyak dilakukan perusahaan pada saat ini untuk menekan biaya dengan resiko bisnis yang rendah. Dengan menerapkan green computing perusahaan dapat ikut serta dalam membantu mengurangi dan menurunkan pencemaran lingkugan. Contoh penerapan green computing adalah dengan mengurangi penggunaan kertas, menguragi limbah komputer, mempraktekkan daur ulang.
Mengapa banyak perusahaan yang menerapkan green computing. Karena pembuatan, penggunaan dan pembuangan ICT memberikan kontibusi kurang lebih 2% dari emisi global CO2.(Gartner, 2009). Untuk mengurangi emisi karbon dan pemanasan global diterapkanlah green computing. Ancaman yang serius dari emisi karbon adalah borosnya energi listrik dan ancaman perusakan lingkungan yang
Limbah komputer yang ada di Indonesia ada sekitar 70 juta PC, notebook, dan netbook. Sedangkan sekitar 50% konsumsi dari energi ICT berasal dari peralatan kompuer seperti PC, notebook, dan peralaan elekronik lainnya. Dan juga mendaur ulang barang – barang elektronik seperti catridge printer toner, ink jet, baterai, dan barang keras. Di beberapa negara sudah ada peraturan bahwa membuang limbah komputer sembarangan dan tidak pada tempanya termasuk perbuatan melanggar hukum.
Di Indonesia, setiap tahun 1 juta PC dibuang dengan peningkatan 25%  per tahun dan termasuk e-waste. Untuk mengurangi hal tersebut perlu dilakukan daur ulang pada peralatan elektronik seperti PC, circuit board, ponsel, dan voucher isi ulang, sekarang ini banyak yang menggunakan voucher pulsa elektrik untuk mengurangi voucher fisik. Dan bisa juga mengurangi penghematan listrik pada PC, contohnya, jika PC tidak terpakai jangan dibiarkan menyala, tapi nyalakan pada sleep mode agar lebih hemat energi atau mematikan PC tersebut.
Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada tahun 2020 sesuai dengan pernyataan di G20 Summit di Copenhagen pada tahun 2009.

1.1  Ruang Lingkup
Ruang lingkup pada penulisan paper ini adalah :
·         Sejarah Green Computing
·         Regulasi tentang Green Computing
·         Penerapan Green Computing
·         Pengurangan emisi gas karbon dari ICT
·         Solusi Green Computing

1.2  Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan paper :
·         Memperkenalkan Green Computing
·         Mengurangi emisi gas karbon sebagai dampak dari Global Warming
·         Menerapkan Green Computing untuk mengurangi Global Warming
·         Melestarikan bumi
·         Mengetahui bahaya dari limbah elektronik
Manfaat dari penulisan paper :
·         Mengetahui Penerapan Green Computing pada perusahaan
·         Mengetahui bagaimana penerapan Green Computing

1.3  Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penyusunan paper ini adalah studi pustakan. Dengan mencari jurnal – jurnal ilmiah sebagai referensi tentang Green Computing melalui media Internet.




1.5       Sistematika Penulisan
BAB I : PENDAHULUAN
Pada bab ini dijelaskan tentang latar belakang penulisan,ruang lingkup penulisan,tujuan dan manfaat penulisan metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi landasan teori – teori yang digunakan dalam penulisan paper ini yang berhubungan dengan teori - teori Green Computing dan tentang Global Warming
BAB III : PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi sejarah green computing, regulasi tentang green computing, keuntungan penerapan green computing, penerapan green computing, penerapan green computing pada perusahaan, solusi green computing.
BAB IV: PENUTUP
Pada bab terakhir ini berisi simpulan dan saran – saran yang dapat digunakan sebagai bahan pengembangan di masa yang akan datang.
BAB 2
Landasan Teori

2.1 Teori
            Dalam bab ini ini akan dijelaskan mengenai teori-teori beserta sumber dan pengarangnya yang berkaitan dengan green computing. Teori-teori tersebut yang nantinya akan digunakan oleh penulis sebagai suatu landasan untuk berfikir.
2.1.1 Pengertian Green Computing
 Menurut Enterprise Management Associates white paper, (2008, p3) green computing adalah sebuah praktik dalam mengimplementasikan prosedur dan kebijakan yang meningkatkan efisiensi dari pemakaian komputer dengan berbagai cara untuk mengurangi dampak dari pemanfaatan komputer tersebut.
Enterprise Management Associates white paper (2008: 3), lingkungan dan masalah penghematan energi telah sampai pada tingkat yang tinggi dalam area bisnis akhi-akhir ini. Kenyataannya, biaya terhadap pemakaian energi telah naik. Hal tersebut disebabkan karena adanya pertimbangan terhadap krisis cuaca pada global warming, dampak internasional yang terjadi, serta beberapa masalah lingkungan lainnya. Masalah-masalah yang dihadapi tersebut membuat komunitas bisnis tersadar secara sosial maupun ekonomi.
            Menurut Stollenmayer (2011, p8) dalam artikel yang berjudul How the Earth can benefit from Green ICT, Green ICT adalah hal kritis yang penting dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan. Bidang ICT sangatlah luas, pengurangan emisi karbon hanya salah satu contohnya.
2.1.2 Manfaat ICT (Green Information and Communication Technology)
            Menurut Hanle (2009, p6) Green ICT mempunyai beberapa manfaat untuk stakeholder perusahaan. Manfaat untuk lingkungan: (1) mengurangi emisi karbondioksida, (2) mengurangi konsumsi sumber daya, dan (3) menaati peraturan (di masa depan). Manfaat untuk perusahaan: (1) hemat beban listrik, (2) mengurangi beban operasi Data center, dan (3) membutuhkan lebih sedikit hardware.

2.1.3 Green Data Center
            Menurut Bauer (2008, p20) Green data center adalah tempat penyimpanan, manajemen, dan penyebaran data di mana mesin, cahaya, listrik, dan sistem komputer dirancang untuk memaksimalkan efisiensi energi dan meminimalkan dampak ke lingkungannya.
2.1.4 Pemanasan Global
            Menurut Houghton, 2004, p 9, Pemanasaglobal sudah   men jadi sebu ah  kata yang sudasering terdengasebagi islingkungan  yang penting sekarang ini. Seluruh  aktivitas manusia baik di industri, di lapangaatau y ang berhubun gan dengan kegiatan sehari hari seperti transportasi dan pekerjaan rumah menghasilkan emisi gas yang semakin banyak dari tahun ke tahun terutama emisi karbon dioksida yang berasal  dari  hasil  pembakaran  bahan  bakar  mobil.  Hal  inilah  menyebabkan meningkatnya temperatur global yang menjurus kepada perubahan iklim global yang disebut pemanasan global (global warming).

           
BAB 3
Pembahasan

3.1 Sejarah Green Computing
Sejak tahun 1992 istilah Green Computing sudah sangat familiar di dunia IT. Berawal dengan teknologi sleep mode, yang berfungsi untuk meminimalkan energi komputer ketika komputer sedang tidak digunakan. US Environmental Protection Agency merelease program Energy Star, yaitu program promosi dan penghargaan bagi penerap efisiensi energi pada teknologi monitor, pengontrol iklim, dan teknologi lain. Istilah Green Computing muncul dengan booming-nya Energy Star ini, khususnya merujuk ke bagaimana kita bisa efisien dalam konsumsi energi pada penggunaan produk computing. Landasan pergerakannya adalah kebutuhan akan economic viability (keberlangsungan hidup), social responsibility (tanggung jawab sosial) dan environmental impact (pengaruh lingkungan).
Green computing adalah perilaku menggunakan sumber daya komputasi secara efisien, dengan cara memaksimalkan efisiensi energi, memperpanjang masa pakai perangkat keras, meminimalkan penggunaan kertas, dan beberapa hal teknis lainnya. Atau bisa dikatakan juga, bahwa Green computing merupakan praktik penggunaan, proses produksi maupun pengembangan komputer dan semua yang berhubungan, yang dilakukan secara efisien dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

3.2 Aturan-Aturan Pada Green Compuing
Pemerintah RI telah memberlakukan peraturan mengenai konservasi energi pada tahun 2009, tepatnya pada tanggal 16 November. Semenjak diberlakukannya Peraturan Pemerintah No.70 tentang Konservasi Energi pada 16 November 2009,dimana peraturan tersebut mengatur terkait para pengusaha agar ikut andil bagian dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan konservasi energi yang mencangkup seluruh tahapan pengolaan energi. Dalam Peraturan Pemerintah ini pada pasal 7 ayat 1, menyatakan bahwa pengusaha mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan konservasi energi dalam setiap tahap pelaksanaan usaha dan mengguakan teknologi yang efisien terhadap energi.
Pemerintah yang memiliki andil besar dalam hal ini dapat membuat peraturan-peraturan yang dapat membatasi perilaku produsen maupun konsumen ,sehingga tidak ada produk yang berbahaya dan tidak ada konsumen yang menggunakannya.
Tentunya kerja sama ini merupakan ide yang sangat idealis dan sangat berefek sangat komplek, karena sifat manusia yang selalu ingin meraup keuntungan dan kenyamanan yang sangat besar.

3.3 Zat Kimia Berbahaya Pada Alat Elektronik
Komputer desktop atau peralatan elektronik yang telah usang biasanya di buang begitu saja tanpa cara – cara pembuangan yang benar, hal itu menyebabkan kandungan bahan kimia yang berbahaya mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi manusia. Selain di buang ternyata alat elektronik yang digunakan termasuk komputer juga dapat menimbulkan hal yang buruk bagi manusia, beberapa zat yang berbahaya pada komputer desktop adalah PVC, Merkuri, Timbal, Kadmium, Kromium, Arsenic, Retardan,  Berilium.
·         PVC
Polivinil klorida merupakan plastic polimerisasi menggunakan ftalat yang sering digunakan sebagai pipa pembuangan, kabel listrik dan lain – lain. Pada monitor CRT bahan PVC terdapat pada plastic casing dan papan sirkuit sedangkan pada CPU terdapat pada plastic casing, kabel dan kawat, serta papan sirkuit. PVC dapat menimbulkan bahaya kesehatan seperti masalah reproduksi dan pertumbuhan, kerusakan sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan gangguan pengaturan hormon.

·         Merkuri
Merkuri atau raksa merupakan unsure kimia yang berbahaya yang mudah menguap yang terdapat pada switches dan papan sirkuit, merkuri berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan kerusakan kronis untuk otak bagi manusia  , kerusakan pernapasan dan cacat kulit pada ikan.

·         Timbal
Timbal digunakan sebagai bahan pembuatan plastik yang tahan korosi, bahan pembuat cat, baterai, dan lain – lain. Timbal di dalam monitor CRT terdapat pada panel kaca, frit ( komposisi untuk membuat kaca keramik ), glass panel, dan papan sirkuit sedangkan pada CPU terdapat pada papan sirkuit. Akibat yang ditimbulkan timbal pada manusia yaitu kerusakan sistem haemopoietik, sistem saraf, sistem urinaria, sistem pencernaan, sistem kardiovaskular, sistem reproduksi, sistem endokrin, dan kerusakan hati.

·         Kadmium
Zat kimia kadmium terkandung dalam resistor chip, kabel dan kawat, dan plastik stabiliser. Zat kimia kadmium berbahaya bagi manusia karena mengakumulasi hati dan ginjal serta kerusakan neural.

·         Kromium
Kromium adalah zat kimia yang paling tahan terhadap korosi dan sangat keras, sering digunakan sebagai bahan campuran anti korosi dan bahan pengeras peralatan rumah tangga. Kromium menyebabkan sakit asma bronkitis dan kerusakan DNA.

·         Arsenik
Arsenik sering digunakan sebagai pengganti dalam reaksi biokimia, arsenik digunakan sebagai material semikonduktor dalam papan sirkuit dan disebut sebagai Galium Arsenida, bahaya pada manusia yaitu mengganggu fungsi sistem endokrin.

·         Retardan
Retardan adalah bahan kimia yang digunakan dalam termoplastik, termoset, tekstil, dan pelapis yang menghambat atau menahan api. Bahan retardan ini berada pada plastic casing,papan sirkuit, dan kabel dan kawat yang ada pada CRT monitor dan CPU. Retardan menyebabkan perubahan perilaku pada anak – anak seperti hiperaktif.

·         Berilium
Zat kimia berilium terdapat pada motherboard dan konektor pada CPU, berilium berguna sebagai bahan penguat dalam aloy. Berilium menyebabkan karsinogenik, penyakit berilium akut, penyakit kulit seperti warts / kutil.

3.4 Keuntungan Penerapan Green Computing
Green Computing adalah adalah suatu cara atau metode dalam penggunaan komputer dan perangkat teknologi informasi  lainnya, antara lain:
1.      Menghemat Energi
Menghemat energi pada penggunaan komputer memang hal yang sederhana. Konsep green computing memberikan dampak positif yang sangat besar jika hal ini dilakukan oleh seluruh orang di dunia. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menghemat energi antara lain mengatur pencahayaan monitor, mengatur power, mematikan wi-fi, melepaskan perangkat yang tidak diperlukan, dan mematikan program yang kurang penting.
2.      Mengurangi Pemanasan Global
Penggunaan teknologi dan elektronik yang semakin meningkat merupakan sumbangan terbesar dari efek pemanasan global, sehingga harus diminimalisir melalui cara-cara IT.
3.      Pencemaran Lingkungan
Penerapan green computing mengurangi penggunaan kertas dan limbah kantor. Praktek daur ulang berbagai perangkat ICT (Information and Communication Technology) berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang. Praktek manajemen kerja berbasis ICT bisa menghemat penggunaan sumber daya energi dan air.
Dalam green computing lebih mengacu pada komputasi yang ramah lingkungan. Tujuan green computing  sama dengan gerakan go green yang saat ini sedang banyak digalakkan dalm berbagai hal, pada umumnya yaitu mengurangi penggunaan bahan berbahaya. Dari sisi perangkat keras, perangkat komputer yang sudah memiliki sertifikasi energy star merupakan standard internasional untuk sebuah produk energi yang efisien. Dari sisi perangkat lunak yang menerapkan fungsi untuk mengendalikan penghematan sumber daya perangkat listrik. Dalam green computing cenderung lebih dilihat dari penggunanya. Dengan keahlian dan pemikiran pengguna yang bisa membuat suatu barang elektronik yang sudah tidak terpakai (bekas) dapat digunakan kembali sehingga tidak perlu untuk membuangnya menjadi sampah.
Sedangkan beberapa dampak yang kita dapatkan bila tidak menerapkan green computing, yaitu:
-          Bahaya sampah elektronik tidak hanya berhenti ketika kita membuang sampa-sampah kita saja namun sampai pada pemanfaatan sampah elektronik dengan proses daur ulang. Mendaur ulang sampah-sampah elektronik ini denga tidak berhati-hati, mereka berpotensi membuat bahaya paparan beberapa zat atau bahan-bahan berbahaya dalam sampah elektronik tersebut menjadi semakin berat.
-          Risiko dari bahan berbahaya sampah elektronik jika terhisap bersifat iritatif. Dalam jangka waktu yang lama menimbulkan efek keracunan, gangguan pada sistem organ dalam tubuh manusia dan hewan. Tentu saja hal ini mengganggu ekosistem.
-          Sampah elektronik juga akan mengganggu keindahan lingkungan. Sampah sisa elekronik akan menggunung dan membuat lingkungan terlihat sangat kumuh.
3.5 Penerapan Green Computing
            Penerapan Green Computing memiliki beberapa cara ,salah satunya dengan merubah infrastruktur agar penggunaan daya energinya lebih rendah tanpa harus menghambat kinerjanya itu sendiri, juga dengan menggunakan sistem yang lebih optimal untuk dapat melakukan berbagai macam pola kerja. Penerapan ini juga mengadopsi bahan berbasis industri-industri terkemuka yang bermasalah dengan lingkungan.

            Penerapan juga dilakukan pada  komputer dengan menurunkan overhead pada CPU dan meningkatkan pemanfaatan sistem. Dengan demikian dampak langsungnya yang dapat dirasakan adalah menurunnya tagihan listrik. Hal ini dapat di terapkan oleh industri komputer agar membuat komputer yang hemat energi, juga industri komponen-komponen komputer yang hemat energi agar penggunaan komputer yang berbasis green computing bisa terwujud secara global.
Green Computing yang juga bertujuan untuk mencapai kelayakan ekonomi melakukan pengembangan-pengembangan terhadap praktek produksi ramah lingkungan , komputer hemat energi dan peningkatan prosedur pembuangan serta daur ulang.
Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mempromosikan green computing.
1.      Green use : Adalah dengan meminimalkan konsusmsi listrik pada perangkat komputer, cara ini adalah cara yang paling sederhana untuk dilakukan, bisa dilakukan dalam kehidupan sehari hari, seperti enurunka terang cahaya monitor, dan mengaktifkan sleepmode pada komputer.
2.      Green disposal : Adalah dengan mendaur ulang perangkat elekronik yang sudah tidak digunakan. Komponen komponen komputer yang sudah usang dan tidak terpakai bisa kembali digunakan, hal ini dapat mengurangi eksploitasi pada alam.
3.      Green design : Merancang komputer, server, printer dan perangkat elektronik lainnya yang hemat energi.
4.      Green manufacture : Meminimalkan limbah selama proses pembuatan komputer dan peralatan elektronik lainnya untuk dapat mengurai dampak buruk terhadap ligkungan

3.6 Solusi Green Computing
Solusi yang ditawarkan dalam melakukan Green Computing dalam teknologi yang akan diterapkan, pada dasarnya green computing itu terkait dalam tiga rangkaian entitas yaitu : perangkat keras, perangka lunak dan pengguna.
Pertama, dari sisi perangkat keras. Dapat dipastikan perangkat keras TI (komputer, media menyimpan data, dan  monitor), yang diproduksi sekitar pertengahan tahun 1990-an sudah memenuhi syarat green computing. Perangkat keras tersebut sudah memiliki fitur power management, ini bisa kita lihat pada sertifikasi progran Energy Star pada perangkat keras. Energy Star diluncurkan pada tahun 1992 oleh Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, dan direvisi pada Oktober 2006 dengan lebih meningkatkan efisiensi pada perangkat komputer.
Kedua, dari sisi perangkat lunak. Standar industri Anvanved Configuration and Power Interface (ACPI) menetapkan antarmuka pemrograman strandar yang memungkinkan operating system (OS) mengontrol secara langsung penghematan konsumsi daya perangkat keras. Penghematan ini terjadi ketika OS secara otomatis mematikan periferal seperti monitor dan pengendali hard disk setelah komputer tidak aktif selama periode tertentu, atau proses hibernate pada komputer laptop. Semua ini akan terjadi kalau pengguna mengaktifkan fitur tersebut.
Ketiga, dari sisi pengguna yaitu: individu dan organisasi. Sebenarnya faktor inilah yang menjadi masalah utama dalam mewujudkan green computing, karena menyangkut kepedulian individu (kemampuan dan kamauan) dan kebijakan organisasi, yang pada gilirannya akan membentuk kultur organisasi. Dari sisi individu, setiap orang harus memiliki kepedulian untuk mengaktifkan fitur power options yang sudah disediakan pada setiap perangkat komputer yang berada dalam tanggung jawabnya.
Solusi dan tips ber-Green Computing dalam kehidupan nyata :
1.      Green Computing pada PC
·         Laptop hanya memerlukan 10% energi yang digunakan Desktop. Flat screen hanya menggunakan 30% energi yang digunakan oleh Monitor CRT.
·         Menggunakan PC dan printer dengan merk dan jenis sama memudahkan kanibalisme dan proses recycle.
·         Matikan komputer ketika tidak digunakan (malam hari). Mematikan komputer akan mengurangi umur komputer adalah mitos yang salah.
·         Screen saver is not energy saver. Pilih matikan monitor daripada menggunakan screen saver.
·         Pilih virtualisasi daripada pembelian hardware baru.
·         Pilih peripheral berlogo energy star.
·         Catat bahwa mode power menentukan prosentase hemat energi (Sleep mode – hemat 70% energi, Standby mode – hemat 90% energi, Hibernate mode – hemat 98% energi).
·         Jangan cepat membuang PC, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain apabila sudah tidak digunakan.
2.      Green Computing pada Laptop
·         Gunakan power saving setting.
·         Kurangi penggunaan backlight.
·         Atur layar dan harddisk sleep/off setelah beberapa menit tanpa penggunaan.
·         Matikan bluetooth dan wifi ketika tidak digunakan.
·         Lepas kartu MMC, SD, USB Flash apabila tidak digunakan.
·         Kecilkan volume suara dan kontras layar.
·         Minimalisir penggunaan IrDA (infrared) atau serial communication, karena boros energi.
·         Upgrade RAM sebelum ganti laptop
·         Jangan cepat membuang Laptop, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain apabila sudah tidak digunakan.
3.      Green Computing pada Paperless Method
Usahakan menggunakan paperless method untuk berbagai urusan kita karena itu mengurangi sampah carbon footprint. Apabila memungkinkan kembangkan dan terapkan Document Management System, Electronic Invoicing dan Electronic Business Process pada institusi kita.
4.      Green Computing pada Paperless Education.
·         Hindari kertas, gunakan file elektronik or blog untuk pengumpulan laporan dan tugas.
·         Lupakan cara konvensional, gunakan e-Learning System untuk penyebaran modul ajar, forum diskusi dan assesment.
·         Gunakan Chatting dan Social Networking untuk mendukung pembelajaran.
5.      Green Computing pada Paperless Branding and Marketing
·         Lupakan kartu nama, CV, koran dan majalah untuk personal branding.
·         Lakukan blogging untuk personal branding, marketing, bisnis bahkan influencing people.
·         Manfaatkan google sebagai kurir dan salesman kita dalam marketing dan branding.

3.7 Perusahaan Yang Menerapkan Green Computing
Berdasarkan jurnal ilmiah yang berjudul ANALYSIS OF GREEN INFORMATION TECHNOLOGY IN DELL AND TOSHIBA COMPANIES yang di susun oleh Nuttapon Pichetpongsa dan Gabriel Campeanu.
3.7.1 Resolusi Dell dalam penerapan Green Computing
Penerapan Green Computing yang dilakukan di Dell berfokus pada beberapa proses yang ada di Dell, proses – proses itu termasuk designing, building, shipping, operating and recylcing strategies. Pada proses design ini, Dell mengikuti standard ISO 140001 untuk pengelolaan dampak lingkungan pada siklus hidup produk. Standard ini adalah sebuah managemen strategi yang menyediakan bantuan dalam mngurangi efek negatif dari operasional perusahaan terhadap lingkungan
Pada proses Designing, Dell berhasil mminimalkan penggunaan mercury dalam produksi layar laptop dan juga pegurangan penggunaan zat beracun lainnya (asbis phthalate DEHP, dll). Dell juga mengurangi konsumsi energi terhadap semua produknya, hasil dari manufakur produk dengan efisiensi eergi ini berkonrubusi pada penghematan costumer sebanyak $20 juta ( setara dengan 220 juta kilowat jam ).
Pada proses Building, Dell mencoba unuk meminimalkan dampak negatif dari perusahaan mereka, untuk mewujudkan hal itu, 7 ahun yang lalu Dell menetapkan untuk meningkatkan daur ulang limbah yang tidak berbahaya dari perusahaan mereka. Pada akhir tahun 2012 dari pertengahan 2011, perusahaan berhasil mendaur ulang 95% dari limbah mereka sendiri. Dell mengimplementasikan beberapa projek untuk mengurangi konsumsi air. Sebuah masalah utama yang berhubungan dengan strategi pembangunan adalah terkait dengan energi. Dell juga membeli sebuah Green Electriciy untuk menutupi  konsumsi energi dari fasilitas mereka.  Sebagai contoh, pusat dari Round Rokc, Texas telah menggunakan 100% dari Green Electricity sejak tahun 2007. Pada tahun 2011, 21% dari penggunaan listrik global Dell berasal dari Green Electriciy.
Pada proses Shipping, Dell juga berusaha meminimalkan dampak negatif dari fasilias perusahaannya. Untuk mewujudkan hal tersebut Dell membuat strategi yag mereka sebut Three C’s, yang meningkatkan keberlanjuan dari kemasan produk. Three C’s adalah : Cube, Content and Curb strategi yang memiliki 3 tujuan. Tujuan yang pertama adalah, memperkenalkan sebuah maerial yang dapat mengurangi gas rumah kaca. Tujuan yang kedua adalah unuk mengurangi volume kemasan, dan menawarkan Multi-Pack Packaging Solusi yang memungkinkan pengiriman untuk beberapa sistem dalam satu kotak. Tujuan yang ketiga yaitu berdasarkan penggunaan dari bantalan udara dan thermoformed high-density(HDPE) yang dibuat dari 100% bahan yang di daur ulang.
Proses Operating, strategi utama dar proses operating ini berdasarkan virtualisasi dan teknik cloud computing. Virtualisasi, pada dasarnya , membuatkan kostumer sebua versi virtual dari server daripada bernar – benar membeli iu. Virualisasi ini membantu kosumer untuk megurangi konsumsi tenaga. Untuk menghema ruang dan untuk menghilangkan fisik dari server. Cloud Computing juga membantu kostumer untuk menghemat energi.
Recycling Stratigies, Dell telah mengimplementasikan beberapa pilihan cara untuk daur ulang. Mail Back menawarkan dalam 78 negara sebuah layanan gratis untuk mengirim kembali peralaan Dell. Dell Reconnect adalah sebuah program yang memungkinakan kosumer dari U.S.A dan Kanada untuk mendaur ulang perangkat keras komputer dari merek apa saja secara gratis di lebih dari 2200 lokasi. Naitonal Cristina Foundation adalah sebuah program yang berlokasi di U.S. , Inggris Raya, dan Kanada yang mendapatkan donasi dari perangkat keras komputer yang sudah digunakan. Pada tahun 2011, Dell berhasil mendaur ulang lebih dari 150 juta pounds (sekitar 68 juta Kg) dari peralatan elektronik dari seluruh dunia.


3.7.2 Resolusi Toshiba dalam penerapan Green Computing
Toshiba Group bertujuan untuk salah satu ecocompanies kepala dunia, dengan meminimalkan dampak ingkungan dari usaha mereka. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan mengembangkan tiga strategi hijau dibawah baru “Toshiba eco gaya” merk: Greening Process, Greening Produk, dan penghijauan dengan teknologi. Strategi pertama adalah mengacu pada dampak yang ditimbulkan oleh semua pabrik yang dimiliki oleh Toshiba, Strategi kedua berfokus pada produk yang dihasilkan oleh perusahaan dan isu-isu lingkungan mereka, Dan yang terakhir atau strategi ketiga memperkenalkan pegembangan baru dan lebih hijau teknologi.
Meningkatnya permintaan untuk produk menyebabkan konsumsi daya dan CO2 emisi untuk kenaikan. Dalam rangka memberikan kepada konsumen gaya hidup yang nyaman, tetapi juga untuk mengurangi emisi CO2. Toshiba Group Bercita-cita untuk mencapai tingkat tertinggi pertunjukan lingkungan untuk seua produk. Oleh karena itu, perusahaan sedang mengembangkan sadar lingkungan produk (ECP) menggunakan berikut :
·         Tahap perencanaan produk – membangun eco target untuk menunjukkan kondisi yang diperlukan untuk mendapatkan lingkungan tertinggi tingkat kinerja.
·         Pengembangan dan Design Panggung – Standar RCP adalah digunakan untuk mengavaluasi deign produk, mengambil dalam pertimbangan penggunaaan sumber daya yang efektif dan manajemen kimia.
·         Tahap persetujuan produk – Menyetujui kualitas produk dari eco-target dan standar RCP prestasi.
Dalam hal ini, Toshiba dikembangkan pada tahun 2010 high performance a notebook PC (Prot’eg’e R830) yang menyediakan kinerja hemat energi yang luar biasa karena pengembangan dan layar LED-backit dan kontrol daya sistem.
Tujuan Toshiba Group adalah untuk manciptakan listrik, air, limbah dan sistem transportasi umtuk jenis kota cerdas. Dalam hal ini, Toshiba menciptakan penelitian fasilitas di fuchu complex pada bulan november 2010, dalam rangka untuk melakukan percobaan pada smart grid. Percobaan dilakukan di pusat ini, penelitian berbagai fasilitas di penyediaan dan menuntut keuasaan untuk membuat mungkin keberadaan sistem catu daya yangdapat menghubukan sumber daya melalui jaringan distribusi.
Isu-isu yang dapat lebih mudah untuk mnangani. Dalam berlawanan, Toshiba Group hanya memiliki tiga perspektif masing-masing lebih mengelola masalah dari pada pendekatan dell. Secara umum, kedua perusahaan memiliki tujuan utama yang sama. Mereka mencoba untuk meminimalkan emisi gas rumah kaca,untuk mengilangkan penggunaan bahan PVC, untuk mengurangi konsumsi listrik dari seluruh produk mereka katalog dan mendaur ulag produk e-limbah mereka.



a.        
BAB 4
Penutup

KESIMPULAN DAN SARAN
4.1  Kesimpulan

Setelah membaca seluruh materi dan hal-hal yang berkaitan dengan Green Computing maka kita dapat menyimpulkan bahwa Green Computing adalah menggunakan peralatan komputer secara efisien, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah daya komputer yang digunakan serta bayak pertimbangan saat kita memilih untuk membeli suatu peralatan komputer.

Dan juga sebagian perusahaan besar saat ini mulai peduli dengan komputasi hijau untuk memaksimalkan keuntungan melalui efisiensi organisasi, selain itu kita sebagai idividu dapat mempraktekan di dalam lingkungan hidup kita sendiri dengan mulai menggunakan teknologi secara optimal bahkan setelah kita mempraktekan komputasi hijau secara optimal  kita dapat merasakan manfaat yang luar biasa selain menolong bumi kita, itu juga membiasakan kita hidup menjadi lebih hemat.





4.2  Saran

Teknologi bertanggung jawab terhadap lingkungan, tetapi kita bukan hanya membeli teknologi ramah lingkungan saja, melainkan harus mempertimbangkan untuk memilih peralatan yang memang sesuai dengan kebutuhan. Dalam beberapa metode yang telah diterapkan mengenai efisiensi energi pada komputer, maka banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menggunakan energi secara efisien dimulai dari kesadaran kita sendiri.

Saat ini masih banyak manusia yang belum sadar tentang komputasi hijau maka dari itu diharapkan  kita dapat ikut serta menyebarluaskan teknik komputasi hijau dalam rangka memanfaatkan sumber daya secara efisien dan memaksimalkan penggunaan energi dalam perangkat teknologi agar tidak dihamburkan begitu saja.

           





DAFTAR PUSTAKA

Bauer,  R.  (2008).  Building  the  Green  Data  Center:  Towards  Best  Practices  and
            Technical Considerations. United States: SNIA.
Enterprise Management Associates white paper (2008). Green Computing: Using
IT Automation to Achieve Energy Efficiency.
Houghton, J. T. (2004). Global Warming : The Complete Briefing. Third
Edition.Cambrid ge University Press, Cambridge.
Hanle, H. (2009). Green ICT: The Greening of Business. Fasanenweg: T-Systems.
Stollenmayer, P. (2011). How The Earth can Benefit from Green ICT. Green ICT, 2, 8.
Pichetpongsa , Nuttapon dan Gabriel Campeanu,.(2011) ANALYSIS OF GREEN INFORMATION TECHNOLOGY IN DELL AND TOSHIBA COMPANIES.
Suber dari : http://ipqi.org/training-konservasi-energi/ 

1 komentar: