Abstrak
Green Computing adalah suatu
ilmu atau penggunaan tentang bagaimana kita menggunakan perangkat elektronik
yang kita miliki agar ramah lingkungan dan hemat. Hemat dalam artian kata
seperti hemat dalam penggunaan, hemat energi, hemat waktu, hemat resource yang
dibutuhkan, dan hemat dalam hal yang lainnya. Tujuan dari penulisan paper ini, sebagaimana yang kita ketahui
saat ini, kemajuan informasi dan teknologi berkembang sangat pesat. Segala
kegiatan manusia banyak menggunakan teknologi informasi. Teknologi informasi
ini pun menjadi sangatlah disanjung karena kemudahan yang ditawarkan untuk
membantu kegiatan manusia. Namun, tidak lepas dari itu, ternyata teknologi
informasi yang kita gunakan bisa merusak lingkungan bahkan generasi penerus
kita. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan dan memilih produk teknologi
informasi dengan baik dan bijak. Metodologi yang digunakan penulis adalah studi
pustaka dari berbagai referensi jurnal ilmiah. Permasalahan yang dibahas dalam
paper ini adalah Sejarah green computing,
aturan pada green computing,
penerapan green computing, solusi green computing dan perusahaan yang
menerapkan green computing.
Kata Kunci
Green Computing,
Teknologi, Informasi, Lingkungan.
BAB 1
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pada era globalisasi ini, Information and Communication Technology menjadi hal yang penting
bagi perusahaan, organisasi, bahkan untuk perorangan, karena dengan adanya
teknologi informasi orang – orang akan menjadi lebih mudah untuk berkomunikasi
dan membantu pekerjaan menjadi lebih mudah. Dan dengan semakin meningkatnya
kebutuhan akan teknologi informasi manusia pun menjadi tergantung dengan
teknologi infomasi, mendorong bertambahnya produksi dari pembuatan PC,
notebook, netbook, tablet,dan smartphone. Tidak hanya produksi dari ICT
tersebut yang meningkat, tetapi konsumsi energinyapun ikut meningkat. Namun dengan semakin meningkatnya teknologi informasi
yang ada di dunia ini ada pula sisi negatifnya, yaitu semakin banyaknya sampah
– sampah dari
ICT, karena
sampah – sampah ICT memerlukan jangka waktu yang lama untuk terurai, satu
sampah ICT dapat terurai hingga ratusan tahun. Semakin banyak permintaan terhadap ICT maka semakin banyak
produksi ICT dan menyebabkan semakin banyak tambang – tambang besi dan
alumunium yang di ekploitasi dan menyebabkan
terjadinya Global Warming.
Salah satu cara untuk mengurangi sampah – sampah ICT dan dampak dari
sampah ICT ini adalah dengan menerapkan Green Computing. Green computing berkaitan
dengan penghematan sumber daya IT yang bertujuan untuk mengurangi dampak
penggunaan IT terhadap pemanasan global. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan
untuk memangkas penggunaan kertas untuk menerapkan green computing, green computing tidak hanya berfokus pada
penghematan energi dan hemat dalam penggunaan sumber daya IT, tetapi juga hemat
dalam waktu dan biaya.
Green computing adalah cara
yang banyak dilakukan perusahaan pada saat ini untuk menekan biaya dengan
resiko bisnis yang rendah. Dengan menerapkan green computing perusahaan dapat
ikut serta dalam membantu mengurangi dan menurunkan pencemaran lingkugan.
Contoh penerapan green computing
adalah dengan mengurangi penggunaan kertas, menguragi limbah komputer,
mempraktekkan daur ulang.
Mengapa
banyak perusahaan yang menerapkan green
computing. Karena pembuatan, penggunaan dan pembuangan ICT memberikan
kontibusi kurang lebih 2% dari emisi global CO2.(Gartner, 2009). Untuk
mengurangi emisi karbon dan pemanasan global diterapkanlah green computing.
Ancaman yang serius dari emisi karbon adalah borosnya energi listrik dan
ancaman perusakan lingkungan yang
Limbah
komputer yang ada di Indonesia ada sekitar 70 juta PC, notebook, dan netbook.
Sedangkan sekitar 50% konsumsi dari energi ICT berasal dari peralatan kompuer
seperti PC, notebook, dan peralaan elekronik lainnya. Dan juga mendaur ulang
barang – barang elektronik seperti catridge printer toner, ink jet, baterai,
dan barang keras. Di beberapa negara sudah ada peraturan bahwa membuang limbah
komputer sembarangan dan tidak pada tempanya termasuk perbuatan melanggar
hukum.
Di
Indonesia, setiap tahun 1 juta PC dibuang dengan peningkatan 25% per
tahun dan termasuk e-waste. Untuk
mengurangi hal tersebut perlu dilakukan daur ulang pada peralatan elektronik
seperti PC, circuit board, ponsel, dan voucher isi ulang, sekarang ini banyak
yang menggunakan voucher pulsa elektrik untuk mengurangi voucher fisik. Dan
bisa juga mengurangi penghematan listrik pada PC, contohnya, jika PC tidak
terpakai jangan dibiarkan menyala, tapi nyalakan pada sleep mode agar lebih
hemat energi atau mematikan PC tersebut.
Pemerintah
Indonesia memiliki komitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 26% pada
tahun 2020 sesuai dengan pernyataan di G20 Summit di Copenhagen pada tahun
2009.
1.1 Ruang Lingkup
Ruang
lingkup pada penulisan paper ini adalah :
·
Sejarah
Green Computing
·
Regulasi
tentang Green Computing
·
Penerapan
Green Computing
·
Pengurangan
emisi gas karbon dari ICT
·
Solusi
Green Computing
1.2 Tujuan dan Manfaat
Tujuan
dari penulisan paper :
·
Memperkenalkan
Green Computing
·
Mengurangi
emisi gas karbon sebagai dampak dari Global
Warming
·
Menerapkan
Green Computing untuk mengurangi Global Warming
·
Melestarikan
bumi
·
Mengetahui
bahaya dari limbah elektronik
Manfaat
dari penulisan paper :
·
Mengetahui
Penerapan Green Computing pada
perusahaan
·
Mengetahui
bagaimana penerapan Green Computing
1.3 Metodologi Penelitian
Metodologi
yang digunakan dalam penyusunan paper ini adalah studi pustakan. Dengan mencari
jurnal – jurnal ilmiah sebagai referensi tentang Green Computing melalui media Internet.
1.5 Sistematika Penulisan
BAB I :
PENDAHULUAN
Pada bab ini dijelaskan tentang latar belakang
penulisan,ruang lingkup penulisan,tujuan dan manfaat penulisan metodologi
penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II :
LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisi landasan teori – teori yang
digunakan dalam penulisan paper ini yang berhubungan dengan teori - teori Green
Computing dan tentang Global Warming
BAB III :
PEMBAHASAN
Pada bab ini berisi sejarah green computing,
regulasi tentang green computing, keuntungan penerapan green computing,
penerapan green computing, penerapan green computing pada perusahaan, solusi
green computing.
BAB IV: PENUTUP
Pada bab terakhir ini berisi simpulan dan saran
– saran yang dapat digunakan sebagai bahan pengembangan di masa yang akan
datang.
BAB 2
Landasan Teori
2.1
Teori
Dalam bab ini ini akan dijelaskan
mengenai teori-teori beserta sumber dan pengarangnya yang berkaitan dengan
green computing. Teori-teori tersebut yang nantinya akan digunakan oleh penulis
sebagai suatu landasan untuk berfikir.
2.1.1
Pengertian Green Computing
Menurut Enterprise
Management Associates white paper, (2008, p3) green computing adalah sebuah praktik dalam mengimplementasikan
prosedur dan kebijakan yang meningkatkan efisiensi dari pemakaian komputer
dengan berbagai cara untuk mengurangi dampak dari pemanfaatan komputer tersebut.
Enterprise Management Associates white
paper
(2008: 3), lingkungan dan masalah penghematan energi telah sampai pada tingkat
yang tinggi dalam area bisnis akhi-akhir ini. Kenyataannya, biaya terhadap
pemakaian energi telah naik. Hal tersebut disebabkan karena adanya pertimbangan
terhadap krisis cuaca pada global warming,
dampak internasional yang terjadi, serta beberapa masalah lingkungan lainnya.
Masalah-masalah yang dihadapi tersebut membuat komunitas bisnis tersadar secara
sosial maupun ekonomi.
Menurut Stollenmayer (2011, p8)
dalam artikel yang berjudul How the Earth can benefit from Green ICT, Green ICT adalah hal kritis yang
penting dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Bidang ICT sangatlah luas, pengurangan emisi
karbon hanya salah satu contohnya.
2.1.2
Manfaat ICT (Green Information and Communication Technology)
Menurut
Hanle (2009, p6) Green ICT mempunyai
beberapa manfaat untuk
stakeholder perusahaan. Manfaat untuk lingkungan: (1) mengurangi
emisi karbondioksida, (2) mengurangi konsumsi sumber daya, dan
(3) menaati peraturan (di masa depan). Manfaat untuk perusahaan: (1)
hemat beban listrik, (2) mengurangi
beban operasi Data center, dan (3) membutuhkan lebih sedikit hardware.
2.1.3
Green Data Center
Menurut Bauer (2008, p20) Green data center adalah tempat penyimpanan,
manajemen, dan penyebaran data di mana mesin, cahaya, listrik, dan sistem komputer dirancang untuk memaksimalkan efisiensi
energi dan meminimalkan dampak ke lingkungannya.
2.1.4
Pemanasan Global
Menurut Houghton, 2004, p 9, Pemanasan global
sudah men jadi
sebu ah kata yang sudah sering terdengar sebagi isu lingkungan yang penting sekarang ini.
Seluruh aktivitas manusia baik di industri, di lapangan atau y ang berhubun
gan dengan kegiatan
sehari – hari seperti transportasi dan pekerjaan rumah menghasilkan emisi gas
yang semakin banyak dari tahun ke tahun terutama emisi karbon dioksida yang berasal dari
hasil pembakaran bahan bakar mobil. Hal inilah menyebabkan
meningkatnya temperatur global yang menjurus kepada perubahan iklim global yang disebut pemanasan global (global warming).
BAB 3
Pembahasan
3.1 Sejarah Green Computing
Sejak
tahun 1992 istilah Green Computing sudah sangat familiar di dunia IT. Berawal
dengan teknologi sleep mode, yang
berfungsi untuk meminimalkan energi komputer ketika komputer sedang tidak
digunakan. US Environmental Protection
Agency merelease program Energy Star,
yaitu program promosi dan penghargaan bagi penerap efisiensi energi pada
teknologi monitor, pengontrol iklim, dan teknologi lain. Istilah Green
Computing muncul dengan booming-nya Energy
Star ini, khususnya merujuk ke bagaimana kita bisa efisien dalam konsumsi
energi pada penggunaan produk computing. Landasan pergerakannya adalah
kebutuhan akan economic viability
(keberlangsungan hidup), social
responsibility (tanggung jawab sosial) dan environmental impact (pengaruh lingkungan).
Green
computing adalah perilaku menggunakan sumber daya komputasi secara efisien,
dengan cara memaksimalkan efisiensi energi, memperpanjang masa pakai perangkat
keras, meminimalkan penggunaan kertas, dan beberapa hal teknis lainnya. Atau
bisa dikatakan juga, bahwa Green computing merupakan praktik penggunaan, proses
produksi maupun pengembangan komputer dan semua yang berhubungan, yang
dilakukan secara efisien dan lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
3.2 Aturan-Aturan Pada Green Compuing
Pemerintah
RI telah memberlakukan peraturan mengenai konservasi energi pada tahun 2009,
tepatnya pada tanggal 16 November. Semenjak diberlakukannya Peraturan
Pemerintah No.70 tentang Konservasi Energi pada 16 November 2009,dimana
peraturan tersebut mengatur terkait para pengusaha agar ikut andil bagian dan
bertanggung jawab dalam pelaksanaan konservasi energi yang mencangkup seluruh
tahapan pengolaan energi. Dalam Peraturan Pemerintah ini pada pasal 7 ayat 1,
menyatakan bahwa pengusaha mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan
konservasi energi dalam setiap tahap pelaksanaan usaha dan mengguakan teknologi
yang efisien terhadap energi.
Pemerintah
yang memiliki andil besar dalam hal ini dapat membuat peraturan-peraturan yang
dapat membatasi perilaku produsen maupun konsumen ,sehingga tidak ada produk
yang berbahaya dan tidak ada konsumen yang menggunakannya.
Tentunya
kerja sama ini merupakan ide yang sangat idealis dan sangat berefek sangat
komplek, karena sifat manusia yang selalu ingin meraup keuntungan dan
kenyamanan yang sangat besar.
3.3 Zat Kimia Berbahaya Pada Alat Elektronik
Komputer
desktop atau peralatan elektronik yang telah usang biasanya di buang begitu
saja tanpa cara – cara pembuangan yang benar, hal itu menyebabkan kandungan
bahan kimia yang berbahaya mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi
manusia. Selain di buang ternyata alat elektronik yang digunakan termasuk
komputer juga dapat menimbulkan hal yang buruk bagi manusia, beberapa zat yang
berbahaya pada komputer desktop adalah PVC, Merkuri, Timbal, Kadmium, Kromium, Arsenic,
Retardan, Berilium.
·
PVC
Polivinil
klorida merupakan plastic polimerisasi menggunakan ftalat yang sering digunakan
sebagai pipa pembuangan, kabel listrik dan lain – lain. Pada monitor CRT bahan
PVC terdapat pada plastic casing dan papan sirkuit sedangkan pada CPU terdapat
pada plastic casing, kabel dan kawat, serta papan sirkuit. PVC dapat
menimbulkan bahaya kesehatan seperti masalah reproduksi dan pertumbuhan,
kerusakan sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan gangguan pengaturan hormon.
·
Merkuri
Merkuri atau
raksa merupakan unsure kimia yang berbahaya yang mudah menguap yang terdapat
pada switches dan papan sirkuit, merkuri berbahaya bagi kesehatan karena
menyebabkan kerusakan kronis untuk otak bagi manusia , kerusakan pernapasan dan cacat kulit pada
ikan.
·
Timbal
Timbal digunakan
sebagai bahan pembuatan plastik yang tahan korosi, bahan pembuat cat, baterai,
dan lain – lain. Timbal di dalam monitor CRT terdapat pada panel kaca, frit (
komposisi untuk membuat kaca keramik ), glass panel, dan papan sirkuit
sedangkan pada CPU terdapat pada papan sirkuit. Akibat yang ditimbulkan timbal
pada manusia yaitu kerusakan sistem haemopoietik, sistem saraf, sistem
urinaria, sistem pencernaan, sistem kardiovaskular, sistem reproduksi, sistem
endokrin, dan kerusakan hati.
·
Kadmium
Zat kimia
kadmium terkandung dalam resistor chip, kabel dan kawat, dan plastik
stabiliser. Zat kimia kadmium berbahaya bagi manusia karena mengakumulasi hati
dan ginjal serta kerusakan neural.
·
Kromium
Kromium adalah
zat kimia yang paling tahan terhadap korosi dan sangat keras, sering digunakan
sebagai bahan campuran anti korosi dan bahan pengeras peralatan rumah tangga.
Kromium menyebabkan sakit asma bronkitis dan kerusakan DNA.
·
Arsenik
Arsenik sering
digunakan sebagai pengganti dalam reaksi biokimia, arsenik digunakan sebagai
material semikonduktor dalam papan sirkuit dan disebut sebagai Galium Arsenida,
bahaya pada manusia yaitu mengganggu fungsi sistem endokrin.
·
Retardan
Retardan adalah
bahan kimia yang digunakan dalam termoplastik, termoset, tekstil, dan pelapis
yang menghambat atau menahan api. Bahan retardan ini berada pada plastic
casing,papan sirkuit, dan kabel dan kawat yang ada pada CRT monitor dan CPU.
Retardan menyebabkan perubahan perilaku pada anak – anak seperti hiperaktif.
·
Berilium
Zat kimia
berilium terdapat pada motherboard dan konektor pada CPU, berilium berguna
sebagai bahan penguat dalam aloy. Berilium menyebabkan karsinogenik, penyakit
berilium akut, penyakit kulit seperti warts / kutil.
3.4 Keuntungan Penerapan Green Computing
Green
Computing adalah adalah suatu cara atau metode dalam
penggunaan komputer dan perangkat teknologi informasi lainnya, antara lain:
1.
Menghemat
Energi
Menghemat energi pada penggunaan
komputer memang hal yang sederhana. Konsep green
computing memberikan dampak positif yang sangat besar jika hal ini
dilakukan oleh seluruh orang di dunia. Adapun beberapa metode yang dapat
dilakukan untuk menghemat energi antara lain mengatur pencahayaan monitor,
mengatur power, mematikan wi-fi, melepaskan perangkat yang tidak diperlukan,
dan mematikan program yang kurang penting.
2.
Mengurangi
Pemanasan Global
Penggunaan teknologi dan elektronik yang
semakin meningkat merupakan sumbangan terbesar dari efek pemanasan global,
sehingga harus diminimalisir melalui cara-cara IT.
3.
Pencemaran
Lingkungan
Penerapan green computing mengurangi penggunaan kertas dan limbah kantor.
Praktek daur ulang berbagai perangkat ICT (Information and Communication
Technology) berpotensi mencemari lingkungan jika dibuang. Praktek manajemen
kerja berbasis ICT bisa menghemat penggunaan sumber daya energi dan air.
Dalam
green computing lebih mengacu pada
komputasi yang ramah lingkungan. Tujuan green
computing sama dengan gerakan go
green yang saat ini sedang banyak digalakkan dalm berbagai hal, pada umumnya
yaitu mengurangi penggunaan bahan berbahaya. Dari sisi perangkat keras,
perangkat komputer yang sudah memiliki sertifikasi energy star merupakan standard internasional untuk sebuah produk
energi yang efisien. Dari sisi perangkat lunak yang menerapkan fungsi untuk
mengendalikan penghematan sumber daya perangkat listrik. Dalam green computing cenderung lebih dilihat
dari penggunanya. Dengan keahlian dan pemikiran pengguna yang bisa membuat
suatu barang elektronik yang sudah tidak terpakai (bekas) dapat digunakan
kembali sehingga tidak perlu untuk membuangnya menjadi sampah.
Sedangkan
beberapa dampak yang kita dapatkan bila tidak menerapkan green computing, yaitu:
-
Bahaya
sampah elektronik tidak hanya berhenti ketika kita membuang sampa-sampah kita
saja namun sampai pada pemanfaatan sampah elektronik dengan proses daur ulang.
Mendaur ulang sampah-sampah elektronik ini denga tidak berhati-hati, mereka
berpotensi membuat bahaya paparan beberapa zat atau bahan-bahan berbahaya dalam
sampah elektronik tersebut menjadi semakin berat.
-
Risiko
dari bahan berbahaya sampah elektronik jika terhisap bersifat iritatif. Dalam
jangka waktu yang lama menimbulkan efek keracunan, gangguan pada sistem organ
dalam tubuh manusia dan hewan. Tentu saja hal ini mengganggu ekosistem.
-
Sampah
elektronik juga akan mengganggu keindahan lingkungan. Sampah sisa elekronik
akan menggunung dan membuat lingkungan terlihat sangat kumuh.
3.5 Penerapan Green Computing
Penerapan Green Computing memiliki
beberapa cara ,salah satunya dengan merubah infrastruktur agar penggunaan daya
energinya lebih rendah tanpa harus menghambat kinerjanya itu sendiri, juga
dengan menggunakan sistem yang lebih optimal untuk dapat melakukan berbagai
macam pola kerja. Penerapan ini juga mengadopsi bahan berbasis
industri-industri terkemuka yang bermasalah dengan lingkungan.
Penerapan
juga dilakukan pada komputer dengan
menurunkan overhead pada CPU dan meningkatkan pemanfaatan sistem. Dengan
demikian dampak langsungnya yang dapat dirasakan adalah menurunnya tagihan
listrik. Hal ini dapat di terapkan oleh industri komputer agar membuat komputer
yang hemat energi, juga industri komponen-komponen komputer yang hemat energi
agar penggunaan komputer yang berbasis green computing bisa terwujud secara
global.
Green Computing yang juga bertujuan untuk mencapai
kelayakan ekonomi melakukan pengembangan-pengembangan terhadap praktek produksi
ramah lingkungan , komputer hemat energi dan peningkatan prosedur pembuangan
serta daur ulang.
Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk
mempromosikan green computing.
1.
Green use : Adalah
dengan meminimalkan konsusmsi listrik pada perangkat komputer, cara ini adalah
cara yang paling sederhana untuk dilakukan, bisa dilakukan dalam kehidupan
sehari hari, seperti enurunka terang cahaya monitor, dan mengaktifkan sleepmode
pada komputer.
2.
Green disposal :
Adalah dengan mendaur ulang perangkat elekronik yang sudah tidak digunakan.
Komponen komponen komputer yang sudah usang dan tidak terpakai bisa kembali
digunakan, hal ini dapat mengurangi eksploitasi pada alam.
3.
Green design :
Merancang komputer, server, printer dan perangkat elektronik lainnya yang hemat
energi.
4.
Green manufacture :
Meminimalkan limbah selama proses pembuatan komputer dan peralatan elektronik
lainnya untuk dapat mengurai dampak buruk terhadap ligkungan
3.6 Solusi Green Computing
Solusi
yang ditawarkan dalam melakukan Green Computing dalam teknologi yang akan
diterapkan, pada dasarnya green computing itu terkait dalam tiga rangkaian
entitas yaitu : perangkat keras, perangka lunak dan pengguna.
Pertama, dari sisi
perangkat keras. Dapat dipastikan perangkat keras TI (komputer, media menyimpan
data, dan monitor), yang diproduksi
sekitar pertengahan tahun 1990-an sudah memenuhi syarat green computing.
Perangkat keras tersebut sudah memiliki fitur power management, ini bisa kita lihat pada sertifikasi progran
Energy Star pada perangkat keras. Energy
Star diluncurkan pada tahun 1992 oleh Environmental
Protection Agency (EPA) Amerika Serikat, dan direvisi pada Oktober 2006 dengan
lebih meningkatkan efisiensi pada perangkat komputer.
Kedua, dari sisi
perangkat lunak. Standar industri Anvanved
Configuration and Power Interface (ACPI) menetapkan antarmuka pemrograman
strandar yang memungkinkan operating
system (OS) mengontrol secara langsung penghematan konsumsi daya perangkat
keras. Penghematan ini terjadi ketika OS secara otomatis mematikan periferal
seperti monitor dan pengendali hard disk setelah komputer tidak aktif selama
periode tertentu, atau proses hibernate pada komputer laptop. Semua ini akan
terjadi kalau pengguna mengaktifkan fitur tersebut.
Ketiga, dari sisi
pengguna yaitu: individu dan organisasi. Sebenarnya faktor inilah yang menjadi
masalah utama dalam mewujudkan green computing, karena menyangkut kepedulian
individu (kemampuan dan kamauan) dan kebijakan organisasi, yang pada gilirannya
akan membentuk kultur organisasi. Dari sisi individu, setiap orang harus
memiliki kepedulian untuk mengaktifkan fitur power options yang sudah
disediakan pada setiap perangkat komputer yang berada dalam tanggung jawabnya.
Solusi dan tips
ber-Green Computing dalam kehidupan nyata :
1.
Green Computing pada PC
·
Laptop hanya memerlukan 10% energi yang
digunakan Desktop. Flat screen hanya menggunakan 30% energi yang digunakan oleh
Monitor CRT.
·
Menggunakan PC dan printer dengan merk
dan jenis sama memudahkan kanibalisme dan proses recycle.
·
Matikan komputer ketika tidak digunakan
(malam hari). Mematikan komputer akan mengurangi umur komputer adalah mitos
yang salah.
·
Screen saver is
not energy saver.
Pilih matikan monitor daripada menggunakan screen saver.
·
Pilih virtualisasi daripada pembelian
hardware baru.
·
Pilih peripheral berlogo energy star.
·
Catat bahwa mode power menentukan
prosentase hemat energi (Sleep mode –
hemat 70% energi, Standby mode –
hemat 90% energi, Hibernate mode –
hemat 98% energi).
·
Jangan cepat membuang PC, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain
apabila sudah tidak digunakan.
2.
Green Computing pada Laptop
·
Gunakan power saving setting.
·
Kurangi penggunaan backlight.
·
Atur layar dan harddisk sleep/off setelah beberapa menit tanpa
penggunaan.
·
Matikan bluetooth dan wifi ketika tidak
digunakan.
·
Lepas kartu MMC, SD, USB Flash apabila
tidak digunakan.
·
Kecilkan volume suara dan kontras layar.
·
Minimalisir penggunaan IrDA (infrared)
atau serial communication, karena boros energi.
·
Upgrade RAM sebelum ganti laptop
·
Jangan cepat membuang Laptop, lakukan recycle atau donasi ke pihak lain
apabila sudah tidak digunakan.
3.
Green Computing pada Paperless Method
Usahakan
menggunakan paperless method untuk berbagai urusan kita karena itu mengurangi
sampah carbon footprint. Apabila memungkinkan kembangkan dan terapkan Document Management System, Electronic
Invoicing dan Electronic Business
Process pada institusi kita.
4.
Green Computing pada Paperless Education.
·
Hindari kertas, gunakan file elektronik
or blog untuk pengumpulan laporan dan tugas.
·
Lupakan cara konvensional, gunakan e-Learning System untuk penyebaran modul
ajar, forum diskusi dan assesment.
·
Gunakan Chatting dan Social Networking
untuk mendukung pembelajaran.
5.
Green Computing pada Paperless Branding
and Marketing
·
Lupakan kartu nama, CV, koran dan
majalah untuk personal branding.
·
Lakukan blogging untuk personal
branding, marketing, bisnis bahkan influencing people.
·
Manfaatkan google sebagai kurir dan
salesman kita dalam marketing dan branding.
3.7
Perusahaan Yang Menerapkan Green Computing
Berdasarkan
jurnal ilmiah yang berjudul ANALYSIS OF
GREEN INFORMATION TECHNOLOGY IN DELL AND TOSHIBA COMPANIES yang di susun
oleh Nuttapon Pichetpongsa dan Gabriel Campeanu.
3.7.1
Resolusi Dell dalam penerapan Green Computing
Penerapan
Green Computing yang dilakukan di Dell berfokus pada beberapa proses yang ada
di Dell, proses – proses itu termasuk designing,
building, shipping, operating and recylcing strategies. Pada proses design
ini, Dell mengikuti standard ISO 140001 untuk pengelolaan dampak lingkungan pada
siklus hidup produk. Standard ini adalah sebuah managemen strategi yang
menyediakan bantuan dalam mngurangi efek negatif dari operasional perusahaan terhadap
lingkungan
Pada
proses Designing, Dell berhasil
mminimalkan penggunaan mercury dalam produksi layar laptop dan juga pegurangan
penggunaan zat beracun lainnya (asbis phthalate DEHP, dll). Dell juga
mengurangi konsumsi energi terhadap semua produknya, hasil dari manufakur produk
dengan efisiensi eergi ini berkonrubusi pada penghematan costumer sebanyak $20 juta
( setara dengan 220 juta kilowat jam ).
Pada
proses Building, Dell mencoba unuk meminimalkan
dampak negatif dari perusahaan mereka, untuk mewujudkan hal itu, 7 ahun yang
lalu Dell menetapkan untuk meningkatkan daur ulang limbah yang tidak berbahaya
dari perusahaan mereka. Pada akhir tahun 2012 dari pertengahan 2011, perusahaan
berhasil mendaur ulang 95% dari limbah mereka sendiri. Dell mengimplementasikan
beberapa projek untuk mengurangi konsumsi air. Sebuah masalah utama yang
berhubungan dengan strategi pembangunan adalah terkait dengan energi. Dell juga
membeli sebuah Green Electriciy untuk menutupi konsumsi energi dari fasilitas mereka. Sebagai contoh, pusat dari Round Rokc, Texas
telah menggunakan 100% dari Green Electricity sejak tahun 2007. Pada tahun 2011,
21% dari penggunaan listrik global Dell berasal dari Green Electriciy.
Pada
proses Shipping, Dell juga berusaha meminimalkan dampak negatif dari fasilias
perusahaannya. Untuk mewujudkan hal tersebut Dell membuat strategi yag mereka
sebut Three C’s, yang meningkatkan keberlanjuan
dari kemasan produk. Three C’s adalah : Cube, Content and Curb strategi yang memiliki
3 tujuan. Tujuan yang pertama adalah, memperkenalkan sebuah maerial yang dapat
mengurangi gas rumah kaca. Tujuan yang kedua adalah unuk mengurangi volume
kemasan, dan menawarkan Multi-Pack
Packaging Solusi yang memungkinkan pengiriman untuk beberapa sistem dalam
satu kotak. Tujuan yang ketiga yaitu berdasarkan penggunaan dari bantalan udara
dan thermoformed high-density(HDPE)
yang dibuat dari 100% bahan yang di daur ulang.
Proses
Operating, strategi utama dar proses
operating ini berdasarkan virtualisasi dan teknik cloud computing. Virtualisasi, pada dasarnya , membuatkan kostumer
sebua versi virtual dari server daripada bernar – benar membeli iu. Virualisasi
ini membantu kosumer untuk megurangi konsumsi tenaga. Untuk menghema ruang dan
untuk menghilangkan fisik dari server. Cloud Computing juga membantu kostumer
untuk menghemat energi.
Recycling Stratigies,
Dell telah mengimplementasikan beberapa pilihan cara untuk daur ulang. Mail
Back menawarkan dalam 78 negara sebuah layanan gratis untuk mengirim kembali
peralaan Dell. Dell Reconnect adalah sebuah program yang memungkinakan kosumer
dari U.S.A dan Kanada untuk mendaur ulang perangkat keras komputer dari merek
apa saja secara gratis di lebih dari 2200 lokasi. Naitonal Cristina Foundation adalah sebuah program yang berlokasi
di U.S. , Inggris Raya, dan Kanada yang mendapatkan donasi dari perangkat keras
komputer yang sudah digunakan. Pada tahun 2011, Dell berhasil mendaur ulang
lebih dari 150 juta pounds (sekitar 68 juta Kg) dari peralatan elektronik dari
seluruh dunia.
3.7.2
Resolusi Toshiba dalam penerapan Green Computing
Toshiba Group bertujuan
untuk salah satu ecocompanies kepala
dunia, dengan meminimalkan dampak ingkungan dari usaha mereka. Untuk mencapai
tujuan tersebut, perusahaan mengembangkan tiga strategi hijau dibawah baru “Toshiba
eco gaya” merk: Greening Process, Greening Produk, dan penghijauan dengan
teknologi. Strategi pertama adalah mengacu pada dampak yang ditimbulkan oleh semua
pabrik yang dimiliki oleh Toshiba, Strategi kedua berfokus pada produk yang
dihasilkan oleh perusahaan dan isu-isu lingkungan mereka, Dan yang terakhir atau
strategi ketiga memperkenalkan pegembangan baru dan lebih hijau teknologi.
Meningkatnya
permintaan untuk produk menyebabkan konsumsi daya dan CO2 emisi untuk kenaikan.
Dalam rangka memberikan kepada konsumen gaya hidup yang nyaman, tetapi juga
untuk mengurangi emisi CO2. Toshiba Group Bercita-cita untuk mencapai tingkat
tertinggi pertunjukan lingkungan untuk seua produk. Oleh karena itu, perusahaan
sedang mengembangkan sadar lingkungan produk (ECP) menggunakan berikut :
·
Tahap
perencanaan produk – membangun eco target untuk menunjukkan kondisi yang
diperlukan untuk mendapatkan lingkungan tertinggi tingkat kinerja.
·
Pengembangan dan
Design Panggung – Standar RCP adalah digunakan untuk mengavaluasi deign produk,
mengambil dalam pertimbangan penggunaaan sumber daya yang efektif dan manajemen
kimia.
·
Tahap
persetujuan produk – Menyetujui kualitas produk dari eco-target dan standar RCP
prestasi.
Dalam hal ini, Toshiba dikembangkan pada
tahun 2010 high performance a notebook PC
(Prot’eg’e R830) yang menyediakan kinerja hemat energi yang luar biasa karena
pengembangan dan layar LED-backit dan kontrol daya sistem.
Tujuan Toshiba Group adalah untuk
manciptakan listrik, air, limbah dan sistem transportasi umtuk jenis kota
cerdas. Dalam hal ini, Toshiba menciptakan penelitian fasilitas di fuchu
complex pada bulan november 2010, dalam rangka untuk melakukan percobaan pada
smart grid. Percobaan dilakukan di pusat ini, penelitian berbagai fasilitas di
penyediaan dan menuntut keuasaan untuk membuat mungkin keberadaan sistem catu
daya yangdapat menghubukan sumber daya melalui jaringan distribusi.
Isu-isu yang dapat lebih mudah untuk
mnangani. Dalam berlawanan, Toshiba Group hanya memiliki tiga perspektif
masing-masing lebih mengelola masalah dari pada pendekatan dell. Secara umum,
kedua perusahaan memiliki tujuan utama yang sama. Mereka mencoba untuk
meminimalkan emisi gas rumah kaca,untuk mengilangkan penggunaan bahan PVC,
untuk mengurangi konsumsi listrik dari seluruh produk mereka katalog dan
mendaur ulag produk e-limbah mereka.
a.
BAB 4
Penutup
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Setelah membaca seluruh materi dan
hal-hal yang berkaitan dengan Green
Computing maka kita dapat menyimpulkan bahwa Green Computing adalah menggunakan peralatan komputer secara
efisien, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah daya komputer
yang digunakan serta bayak pertimbangan saat kita memilih untuk membeli suatu
peralatan komputer.
Dan juga sebagian perusahaan besar saat
ini mulai peduli dengan komputasi hijau untuk memaksimalkan keuntungan melalui
efisiensi organisasi, selain itu kita sebagai idividu dapat mempraktekan di
dalam lingkungan hidup kita sendiri dengan mulai menggunakan teknologi secara
optimal bahkan setelah kita mempraktekan komputasi hijau secara optimal kita dapat merasakan manfaat yang luar biasa
selain menolong bumi kita, itu juga membiasakan kita hidup menjadi lebih hemat.
4.2 Saran
Teknologi bertanggung jawab terhadap
lingkungan, tetapi kita bukan hanya membeli teknologi ramah lingkungan saja,
melainkan harus mempertimbangkan untuk memilih peralatan yang memang sesuai
dengan kebutuhan. Dalam beberapa metode yang telah diterapkan mengenai
efisiensi energi pada komputer, maka banyak hal yang dapat kita lakukan untuk
menggunakan energi secara efisien dimulai dari kesadaran kita sendiri.
Saat ini masih banyak manusia yang belum sadar
tentang komputasi hijau maka dari itu diharapkan kita dapat ikut serta menyebarluaskan teknik
komputasi hijau dalam rangka memanfaatkan sumber daya secara efisien dan memaksimalkan
penggunaan energi dalam perangkat teknologi agar tidak dihamburkan begitu saja.
DAFTAR
PUSTAKA
Bauer, R. (2008).
Building
the
Green
Data
Center:
Towards
Best
Practices
and
Technical Considerations. United States:
SNIA.
Enterprise
Management Associates white paper (2008). Green
Computing: Using
IT Automation to Achieve Energy
Efficiency.
Houghton, J. T.
(2004). Global Warming : The Complete Briefing. Third
Edition.Cambrid
ge University Press, Cambridge.
Hanle,
H. (2009). Green ICT: The Greening of Business. Fasanenweg: T-Systems.
Stollenmayer,
P. (2011). How The Earth can Benefit
from Green ICT. Green ICT, 2, 8.
Pichetpongsa , Nuttapon dan Gabriel
Campeanu,.(2011) ANALYSIS OF GREEN
INFORMATION TECHNOLOGY IN DELL AND TOSHIBA COMPANIES.
Suber dari : http://ipqi.org/training-konservasi-energi/
Testing
BalasHapus